Iseng browsing internet tiba-tiba saya dikejutkan oleh
berita yang saya ragu akan keabsahannya. Bagaimana tidak, Metallica Live in
Jakarta? it's almost impossible. Saya pun tak terlalu menggubris, sampai pada
suatu ketika saya searching internet ternyata tiket konser Metallica sudah
dapat dipesan. Is it real?? okelah, daripada banyak fafifu saya langsung cari
info sebanyak-banyaknya, mulai dari venue, harga tiket, waktu, dan tempat untuk
beli tiket. Setelah saya yakin bahwa konser tersebut fix bakal digelar, sayapun
mengajak teman-teman saya untuk menonton. Apalah daya, teman-teman saya tidak
ada yang mau, mulai dari alasan bukan selera musiknya, tidak ada duit, tidak
ada waktu, malas, dsb. Ya sudah, mungkin saya harus mempersiapkan kemungkinan
terburuk, single fighter? am I ready? dan akhirnya saya putuskan bagaimanapun
saya harus nonton konser ini karena saya yakin, this is the greatest concert
ever in Indonesia.
Berbekal doa, tekad, dan tentu saja uang tabungan, saya pun
menyambangi disctarra di Bintaro plaza untuk memesan tiket. Ternyata saat itu
sistem online disctarra sedang gangguan. Kecewapun melanda, tapi saya tak patah
arang, setelah saya tanya sana sini kemudian saya meluncur menuju distro
starcross yang katanya bisa beli tiket di sana. Sampai di sana, yang ternyata
tidak jauh dari Bintaro Plaza, saya langsung menuju kasir dan memesan tiket
festival B seharga Rp 748.000,- . Tanda bukti sudah di tangan, saya pun pulang
dengan sumringah. Kalau tidak salah saat itu masih H-30 hari sebelum acara.
Hari-hari penantian
saya lalui dengan harap-harap cemas, takut kalau konser ini batal digelar.
Detik-detik penantianpun tak lama lagi. Kala itu H-1 euphoria Metallica sudah
sangat terasa, apalagi saya menukar tiket asli dan saya banyak menemui para
metalhead lain yang menukar tiket. Tiket asli sudah di tangan, tapi saya masih
merasa cemas kalau konser tidak jadi digelar. Karena saya tidak ada teman untuk
nonton, sayapun iseng posting di kaskus cari-cari teman untuk bareng-bareng
nonton konser metallica. Gayungpun bersambut ternyata banyak metalhead yang
single fighter dan mencari barengan. Akhirnya saya janjian dengan 2 anak kaskus
untuk berangkat bersama-sama. Kamipun bertemu di Sevel sektor 7 Bintaro. Dari sinilah pengalaman menakjubkan itu
dimulai.
Tepat pukul setengah 3 siang, kami bertiga pun meluncur
menuju GBK. Sampai di sana, dua hal yang kami pikirkan adalah, tempat parkir
dan makan. Kamipun parkir di Sevel Senayan. Di sana sudah terihat lautan
manusia berkaos hitam dan secara massive berkelompok maupun sendirian, bergerak
merapat ke GBK. Karena salah seorang teman saya belum menukar tiket alhasil
kamipun menemaninya menukar tiket, sambil berjalan berkeliling menanti Gate
dibuka. Tepat pukul 5 sore, gate pun dibuka, Para Metalhead langsung menyerbu,
berdesak-desakkan. Tapi satu hal yang saya salut adalah mereka TERTIB !! Ya,
tertib, Walau muka sangar, tapi gak ada yang saling serobot, bahkan saling
membantu. Tak jarang yang melontarkan joke-joke segar, meramaikan suasana.
Beberapa juga saling melempar memberikan makanan, minuman, dan rokok.
Saking padatnya antrian, saya baru bisa masuk ke GBK sekitar
pukul 18.30. Di dalam GBK, ribuan
manusia sudah berkumpul, sehingga menyulitkan saya untuk bergerak maju ke
depan. Terpaksa saya agak ke belakang supaya tetap dapat posisi di tengah. Saya
masih takjub dengan panggung besar nan mewah di depan saya. Sejam penantian,
hentakan alat music mulai terdengar, suara-suara check sound mulai bersautan.
Dan ya benar saja, grup band pembuka, Seringai, akan segera tampil. Sebelum
Seringai tampil, ternyata muncul Raisa. Dia segera mengomandoi massa di GBK
untuk menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia. Koor yang khidmat pun terjadi,
menambah semangat para penonton.
Kemudian Seringai naik panggung dan bersiap. Seiring dengan alunan musik
Seringai dimainkan, massa mulai bersemangat dan memanas, beberapa moshpit pun
pecah. Saya cukup menikmatinya dengan headbang, karena jujur saya tidak begitu
hapal liriknya. Sekitar pukul 19.30 Seringai telah menuntaskan misinya. Saya
pun semakin berdebar-debar menanti kemunculan Metallica.
Kaki sudah capek berdiri, raga sudah capek menanti, check
sound pun sudah dikumandangkan. Akan tetapi sang idola belum muncul-muncul
juga. Satu jam saya menunggu, sedikit telat dari jadwal yang diberitahu panitia
bahwa show dimulai pukul 8 malam. Akhirnya tepat pukul 20.30 lampu mulai
menyala. Kamerapun menyorot wajah sang idola dan muncul di layar besar di
samping dan belakang panggung. Teriakan histerispun membahana. What a wonderful
atmosphere !! I can’t describe what I’m
feeling that time. It’s like a dream. Lagu pertama, Hit The Lights pun langsung
menggemparkan seluruh penonton. Semua bernyanyi, berheadbang ria, dan moshpit
pun pecah. Belum sempat saya menarik napas, langsung disambung lagu Master Of
Puppets dan Fuel. Edan, energi mereka seperti tidak ada habisnya. Lagu-lagu
selanjutnya pun dibawakan dengan garang. Never ending singing and headbanging.
Waktu 2 jam lebih pun tak terasa. And I still can’t believe what I’ve been
through that f*cking two hours. My leg still shaking, my voice gone, my brain
still can’t think clearly, what an effect of this crazy concert.
Saya sama sekali tidak mengabadikan momen tersebut dengan
kamera, karena saya ingin benar-benar meresapi momen luar biasa ini. Biar otak
dan perasaan saja yang bercerita.
Foto-foto (sumber : metallica.com) :
The Ecstasy of Gold
(Ennio Morricone song)
Hit the Lights
Master of Puppets
Fuel
Ride the Lightning
Fade to Black
The Four Horsemen
Cyanide
Welcome Home (Sanitarium)
Sad but True
Orion
One
For Whom the Bell Tolls
Blackened
Nothing Else Matters
Enter Sandman
Encore:
Creeping Death
Fight Fire with Fire
Seek & Destroy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar