Halaman

Sabtu, 25 November 2017

Hari 7 (Nara Park) menyapa para rusa

Hari Ketujuh (25 September 2017)

Pagi-pagi sudah siap-siap serta packing semua barang bawaan karena hari ini kita akan meninggalkan Kyoto dan menuju ke Osaka. Tapi sebelum ke Osaka nantinya kita bakal mampir di Nara. Setelah barang terpacking semua dalam koper, kita pun berangkat sambil sebelumnya mengabari ke host penginapan kalau kita sudah checkout. Jalan kaki menuju Takeda Station. Dari Takeda Station kita naik kereta menuju Kintetsu Nara Station. Perjalanan dari Takeda ke Kintetsu Nara Station kurang lebih satu jam karena melewati banyak stasiun. Tapi kondisi kereta sama sekali tidak penuh sesak. Jauh lebih sepi jika dibandingkan subway/kereta di Tokyo. Asyik juga kalau tinggal di sini. Sepanjang perjalanan kita melewati daerah pedesaan, seperti rumah-rumah penduduk, dan sawah. Satu hal yang ak sadari, kalau di Tokyo kebanyakan orang tinggal di apartemen atau rusun, sementara kalau di sini rumah-rumahnya mirip yang di kartun doraemon.

Setelah tiba di Kintetsu Nara Station lalu kita bergegas ke kantor HIS untuk menitipkan koper. Buat teman-teman yang bepergian di Jepang, jangan bingung kalau malas bawa-bawa tas/koper buat jalan-jalan. Teman-teman bisa menitipkan tasnya di hampir semua stasiun. Karena di Stasiun menyediakan locker room, atau bisa dititipkan di tempat-tempat agen travel. Tinggal disesuaikan sama kebutuhan agan-agan sekalian. Karena peruntukan locker room ini macam-macam, sesuaikan dengan ukuran tas, harga sewa, dan lama penitipannya. Setelah saya timbang-timbang, akhirnya saya putuskan untuk ditipkan di kantor HIS (agen travel). Selain harga yang jadi pertimbangan, tapi ukuran tas yang cukup besar yang takutnya tidak muat jika dimasukan ke locker di stasiun.Biaya penitipan di HIS sekitar 750 yen/hari/tas kalau tidak salah.

Setelah titip koper, kita jalan ke arah shopping district, dimana banyak jual makanan, pernak pernik, aksesoris, dll. Di sini ditemukan banyak makanan yang aneh-aneh dan unik-unik. Jadi pengen ngeborong semua pokoknya. Hahaha. Tapi belanjanya ditunda nanti saja, tujuan awalnya adalah ke temple dan ke nara park yang terkenal itu. Setelah melewati shopping district, dari kejauhan sudah terlihat pagoda. Bangunan tinggi yang mirip di film sun go kong, Banyak anak sekolah juga di sini. Lagi pada study tour kayaknya. Ada pula 1-2 ekor rusa yang berkeliaran. Dari pagoda kita jalan terus menuju Nara Park, dan di sana banyak banget rusa. Dan dilepas bebas tanpa kandang. Banyak banget dah. Lucunya, ada yang jual biskuit khusus untuk rusa tersebut. Kalau mau merasakan sensasi ngasih makan rusa, bisa dicoba dengan beli biskuit tersebut. Kalau bawa biskuit itu, dijamin anda bakal dihampiri oleh rusa-rusa. Kalau anda lari, tetep bakal dikejar. Ada anak kecil yang saking ketakutannya sampe lari-lari, padahal kalau gak mau dikejar kan tinggal buang tuh biskuit. Hahahaha. Tapi anehnya, rusa itu gak mendekat ke penjual biskuit. Kog bisa ya.  

Karena saking banyaknya rusa maka tak heran rusa dijadikan maskot untuk daerah Nara ini,. Banyak makanan dan pernak-pernik serba rusa yang dijual di Nara. Tapi bukan daging rusa lho ya, Cuma makanan roti/coklat yang dibentuk menyerupai rusa, gantungan kunci kayu berbentuk rusa, dll. Puas foto-foto, pergi ke temple, dan bercengkerama dengan rusa, kini saatnya kita wisata kuliner. Kita makan okonomiyaki, gatau makanan jenis apa dan bahannya apa aja, tapi mirip telur dadar yang dikasih berbagai macam topping. Jadi masaknya juga di meja makan. Soal rasa lumayan enak lah. Kemudian kita beli takoyaki (lagi). Dan beli berbagai macam makanan buat oleh-oleh orang di rumah.
Sarusawa ike Pond

Five Storied Pagoda

Kofuku-ji Temple

Study tour anak sekolah




Nara Park

Nandaimon Gate

Sekitar pukul 16.00, kitapun memutuskan segera ke Osaka. Setelah ambil koper di kantor HIS, kita naik kereta lagi via Kintetsu Nara station. Dari sini kita menuju Namba Station. Perjalanan juga cukup lama sekitar 45 menit karena melewati banyak stasiun. Tiba di Namba Station kemudian kita ganti line dan menuju ke Shin-Imamiya Station. Dari Stasiun kita jalan menuju penginapan dengan bermodal google map. Dan ternyata google mapnya ngaco pemirsa. Padahal kalau liat di gmap seharusnya kita sudah tiba di penginapan. Tapi gak ada tanda-tanda penginpan kita. Jadi selain diberi alamat, sebenernya kita sudah di beri foto-foto jalan dan bangunan penginapan. Tapi entah kenapa sama sekali gak terlihat. Bener-bener bingung, akhirnya kita putuskan tanya ke orang. Walaupun kita sadar, kemungkinan kita juga bingung dengan penjelasan orang itu. Setelah menunjukkan alamat penginpan dengan tulisan kanji, trus orang yang kami tanyai dengan baik hati memasukkan alamatnya ke gmap saya, melihat google street viewnya dan dengan baik hati mengarahkan. Arigatou Pak ! Mungkin jika kita masukkan alamat pakai tulisan latin bakal berbeda jika kita masukkan lamat dengan tulisan kanji, entahlah. Tapi yang penting akhirnya kita sampai juga di penginapan. Fyuh.


Pengipannya bagus, mirip apartemen mini. Fasilitas lengkap seperti kamar mandi dalam, kompor, microwave, kulkas, dll. Saya pesan penginapan di airbnb (lagi), di sini. Setelah unpacking, bersih-bersih diri, kita jalan keluar buat cari makan malam. Tak jauh dari penginpan ada semacam mall. Pas masuk ternyata bukan mall, tapi semacam arena dingdong, pachinko, game centre, atau apalah namanya. Dan sedikit yang jual makan, itupun harganya selangit. Ya sudah kita ke minimarket aja, beli nasi, lauk, mie, dan tinggal dihangatkan pake microvae di penginapan. Kalau di jepang, minimarketnya lengkap gan buat makan, ada nasi, berbagai macam lauk, mie jadi, dll. Bisa minta dihangatkan di microwave di minamarket saat itu juga. Puas beli amunisi, saatnya balik ke penginapan untuk eksekusi dan istirahat.



Jalan-Jalan ke Jepang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar