Halaman

Sabtu, 25 November 2017

Hari 8 dan 9 (Dotonbori, Shinsaibashi, Kuala Lumpur) shopping di Osaka

Hari Kedelapan (26 September 2017)

Hari terakhir di Jepang. Sebenernya di itinerarynya banyak tempat yang saya rencakan untuk dikunjungi. Tapi karena hari terakhir, jadinya difokuskan untuk belanja oleh-oleh saja.  Tujuan kita adalah Dotonburi street dan Shinsaibashi-suji Street. Dari Shinimamiya Station kami menuju ke  Shinsaibashi Station. Keluar dari stasiun kemudian masuk ke gang, sudah sampailah kita di Shinsaibashi street. Sepanjang jalan banyak orang jualan macem-macem. Mulai dari pernak pernik, tas, baju, supermarket, warung makan, pakaian, lengkap dah. Tempat yang tepat untuk menghabiskan uang. Di sini kita nemuin warung makan curry yang rasanya enaaak banget. Pokoknya gak bakal rugi deh. Namanya Curry House Coco Ichibanya. Saya pesan kari dengan bayam dan suwiran ayam. Sumpah, walaupun keliatannya simple tapi rasanya lezaaaat. Saya baru tahu ternyata di Indonesia sudah buka cabang, jadi list tempat makan yang harus dicoba nanti sekembalinya ke Indonesia. Oiya, sebagai perbandingan, kita sempet ngerasain curry malaysia di bandara KL. Rasanya jauuuuh banget. Lebih enak Curry Jepang.

Kari mantab

Shinsaibasisuji-shopping district ini langsung terhubung ke Dotonburi street. Kalau di Dotonburi sini kebanyakan jualan makanan. Dan bisa nemuin logo Glico yang melegenda itu. Glico ini semacam perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk makanan, yang kebanyakan berupa roti dan coklat. Awalnya saya juga gak tau kalau logo Glico ini terkenal, saya justru tau logo ini ketika membaca manga worst (terusan dari manga crows). Ada salah satu karakter bernama Guriko, nah karakter ini digambarkan seperti logo Glico. Karena tadi udah makan curry yang super lezat, jadinya di dotonburi kami gak banyak jajan. Tapi istri penasaran sama Rikuro cheesecake. Dan pengen membelinya. Yaudah demi memenuhi hasrat sang istri kami cari toko roti tersebut. Dan akhirnya ketemu. Namun istri gak jadi beli karena ukuran kuenya gede banget. Kalau dibeli takut gak habis dan saya gak terlalu suka cake kayak gitu. Jadilah Cuma menonotn dari depan sambil ngiler. Dan dari dotonburi street ini tak terlalu jauh dari Namba Station, jadilah kita balik penginpan langsung melalui stasiun namba.
Logo Glico





Keramaian Kota Osaka

Karena malam ini kita harus cabut balik ke Indonesia, jadilah kita packing barang-barang dan persiapan balik. Oiya kita balik ke Indonesia melalu Kansai Airport. Setelah mandi dan beres-beres, kitapun bergegas ke bandara menggunakan kereta dari Shinimamiya Station menuju Kansai Airport. Kala itu waktu menunjukkan pukul 17.00. Lama perjalanan sekitar 1,5 jam. Tiba di Airport kita langsung bergegas check in. Antrian ‘Udara Asia’ cukup panjang, jadi diharap teman-teman jika menggunakan maskapai ini harap jangan mepet-mepet check innya. Selesai check in kita makan ramen dulu di bandara. Alhamdulillah juga ramennya halal. Selesai makan kita mencoba cari musholla. Dan ternyata musholanya jauhhhhh banget gan. Kita sampe lari-lari takut nanti telat boarding. Musola berada di pojokan. Kalau searching di internet sih ada 3 spot musholla di Bandara Kansai. Tapi karena bingung saya tanya saja ke petugas, dan petugasnya awalnya bingung maksud saya, mungkin jarang ada orang yang menanyakan musholla / prayer room. Tapi akhirnya petugas tersebut mengerti dan mengarahkan saya ke musholla yang jaraknya jauhhh banget.

Setelah selesai sholat kami bergegas lagi ke ruang tunggu untuk segera boarding. Pesawat kami pukul 22.00 take off. Setelah masuk pesawat, dan kemudian terbang, tak berapa lama sayapun terlelap.


Hari Kesembilan (27 September 2017)

 Dijadwalkan tiba di KL pukul 04.00 (waktu malaysia lebih lambat 1 jam, jadi lama perjalanan 7 jam) tapi ternyata pesawatnya kecepetan 1 jam. Baru kali ini kayaknya aku ngalamin pesawat kecepetan 1 jam. Hahaha. Jadi Jepang – Malaysia Cuma ditempuh 6 jam. Karena masih cukup pagi, kamipun cari spot buat tidur di bandara. Sekitar pukul 07.00, kami bersih-bersih, Cuma cuci muka gak mandi karena males. Setelah itu kami mau jalan-jalan keliling Maalaysia dulu karena penerbangan ke jakarta pukul 17.50.

Oiya karena kita sudah masuk di bagian transit, sebenernya kita gak bisa keluar dari bandara. Saya sampe muter-muter gak jelas tetep aja gak nemu pintu keluar. Akhirnya kita minta ijin ke petugas buat keluar menuju terminal kedatangan. Setelah itu kita masuk ke bagian imigrasi, dan voila, akhirnya bisa keluar dari bandara. Kita titip tas dulu di penitipan bagasi. Kita menuju ke pusat kota Kuala Lumpur via bus karena itu lebih murah dibanding naik taksi ataupun kereta. Kita tiba di KL sentral, stasiun paling rame di KL karena menjadi pusat pertemuan semua moda transportasi. Perjalanan dilanjutkan menggunakan MRT menuju KLCC. Tujuan kita tidak lain dan tidak bukan adalah Menara kembar petronas. Belum ke KL kalau belum ke sini.

Petronas

Dari Petronas kita menuju ke Pasar Seni, pusat oleh-oleh di Malaysia. Mulai dari baju, gantungan kunci, pajangan, tas, pernak-pernik, dll. Karena sudah cukup lelah dan kepala saya pusing, kami memutuskan balik ke bandara saja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar