Hari Ketiga (21 September 2017)
Pagi-pagi setelah mandi dan bersiap-siap langsung bergegas
ke Shinjuku Station. Tak lupa mampir di minimarket buat cari bekal. Setelah itu
langsung cari Oedo line. Jujur kalau baru sekali dua kali ke Stasiun ini bakal
bingung dan stres karena harus cari line kereta yang tepat dan kalaupun harus
pindah line itu jalannya biasanya jauh banget. Yang perlu dibawa adalah peta
tokyo subway pass dan pelajari dulu peta tersebut, cari plang / tanda, kalau
mentok ya tinggal tanya sama petugas. Setelah Oedo line ditemukan sayapun
segera naik ke kereta tersebut. Kemudian transit di Kuramae Station dan berganti
menggunakan Asakusa line. Tak lama kemudian tibalah kita di Asakusa Station.
Keluar dari Stasiun langsung berhadapan dengan warung makan,
karena belum lapar perjalanan kita lanjutkan. Tak jauh dari situ sudah sampai
di jalanan utama yang besar. Banyak tukang becak di sana menawarkan jasanya.
Beda dengan becak Indonesia yang dikayuh, ini becak Jepang (Jinrikisha) didorong eh atau
ditarik ya, sambil lari gitu abang-abangnya. Ada satu abang menghampiri
menawarkan jasanya, awalnya kurang tertarik karena ‘cukup mahal’ tapi karena
itung-itung nyobain yaudah kita coba, walaupun kita ambil rutenya yang gak
jauh-jauh amat biar agak irit gitu. Haha. Yang penting udah ngerasain. Kemudian
kita menuju Sensoji temple melalui pintu bagian Timur (Nitenmon gate), Masuk ke sana ada banyak
bangunan, jujur saya gak terlalu mengerti kegunaannya, ada beberapa orang
Jepang datang untuk berdoa. Ada pula tempat seperti bak air dengan gayung dari
kayu. Beberapa orang mencuci kaki tangan dan kaki dengan air tersebut, sayapun
ikut-ikutan.
Abang Tukang becak
Jinrikisha, becak Jepang
Kemudian ada bangunan utama yang besar, sayapun ikut masuk,
di sana banyak sekali orang. Ada beberapa yang melemparkan koin dan berdoa agar
keinginan terkabul, adapula yang mencoba membaca peruntungannya. Di sana ada
tanda dilarang mengambil foto, akan tetapi banyak wisatawan yang dengan cuek
mengambil foto. Karena kita wisatawan yang taat aturan, kita tidak mengambil
foto di dalam. hahaha. Di dalam komplek temple ini ternyata ada vending
machine, karena belum pernah pake vending machine sebelumnya, kita putuskan
untuk mencoba dan berhasil. Hore. Bonusnya lagi kita dapat minuman yang enak
banget, minuman yang ada rasa-rasa peach atau apa gitu tapi gak terlalu kuat
rasanya. Pas lah.
Nitenmon Gate
Asakusa Jinja
Sensoji Temple
Five Story Pagoda
Hozomon Gate
Kios-kios penjual
Kawasan Sekitar Asakusa
Halal Mentei Naritaya
Mampir dulu di DonQuijote, entah tempat apa itu, kayaknya
sih supermarket biasa. Tapi kata istri tempat itu terkenal yaudah deh mau gak
mau mampir buat shopping lagi, ternyata dia cari-cari peralatan kecantikan dan
perawatan wajah, pemirsa. Dan... lama banget milih-milihnya, yaudah saya tunggu
di luar aja akhirnya. Setelah istri
selesai belanja, kita bergeas kembali ke Asakusa Station dan menuju Akihabara
Station, lupa saya transit di Stasiun mana dulu. Tujuan utama ke akihabara sih
cuma buat foto di depan AKB48 shop, menuntaskan hasrat kewotaan saya. Hahahah.
Puas foto-foto, kita jalan lagi dan mampir makan di Aslan kebab, lumayan dapet
makanan halal lagi. Prinsip kita sih cari makan yang halal dulu, kalau gak ada,
cari yang seafood atau ayam atau minimal jangan pork beef, kalo gak nemu dan
gak ngerti itu makanan apa ya yang penting bismillah aja. Hahaha.
AKB48 Cafe
Kawasan pertokoan Akihabara
Puas berkeliling Akihabara, kita langsung menuju Tokyo
tower. Dari Akhibara Stasiun kemudian menuju Kamiyacho Station. Jalan kaki sebentar kemudian sudah
terlihat tokyo tower. Tinggal ikuti saja. Ternyata masih cukup jauh jalan untuk
menuju tokyo tower. Sesekali duduk istirahat. Akhirnya sampai juga di tokyo
tower. Karena kita traveler kere kitapun cuma foto-foto dari bawah tokyo tower,
gak coba masuk ataupun naik. Hehe. Malam
pun semakin larut kitapun memutuskan balik ke penginapan, melalui Akabanebashi
Station menuju Shinjuku Station.
Tokyo Tower





Tidak ada komentar:
Posting Komentar