Hari Keenam (24 September 2017)
Hari ini kita lanjutkan jalan-jalan keliling Kyoto. Tujuan
awal adalah ke Arashiyama yang terkenal dengan bamboo groovenya (hutan bambu).
Dari Takeda Station dilanjutkan ke Shijo Station, kemudian jalan kaki menuju
Karasuma Station. Oiya, selama 3 hari ke depan kita sudah pake Kansai Through
pass buat naik kendaraannya. Di Karasuma Station kita sedikit bingung naik
kereta yang mana karena terdapat beberapa jenis kereta seperti express, limited
express, local, dll. Takutnya kalau naik yang express nanti gk berhenti di
Stasiun yang kita tuju. Tapi kalau local takutnya kelamaan karena harus
berhenti di tiap stasiun. Ada satu kereta express menuju ke Osaka, tanpa pikir
panjang kita naik aja. Sudah was-was kalau gak berhenti di Katsura Station
(tempat transit kita). Kemudian istri tanya ke ibu-ibu di sebelah, dan ibunya
njelasin kalau bakal berhenti di stasiun tersebut. Syukurlah pikirku. Tapi yang
tidak disangka adalah ibu-ibu Jepang itu bahasa inggrisnya lancar, dan bisa
sedikit bahasa Indonesia. Usut punya usut, ibunya pernah tinggal di Indonesia.
Entah kenapa kog saya ngerasa seneng yak, hahaha. Sepanjang perjlanan kamipun
ngobrol macam-macam.
Transit di Katsura Station, perjalanan dilanjutkan menuju
Arashiyama Station. Keluar dari Stasiun udah banyak banget wisatawan, kita
tinggal ikut arus aja deh, hahaha. Gak perlu takut nyasar. Jalan kaki sebentar
sudah terlihat sungai yang lebar dan semacam taman di pinggirnya. Banyak street
food juga di sana, ada yang jual takoyaki, eskrim, dll. Karena belum sarapan,
kitapun beli jajan dulu, sambil duduk-duduk di pinggir sungai. Oiya, karena
waktu itu weekend, banyak wisatawan Korea dan China (sebagai negara tetangga
dari Jepang). Mungkin mirip orang Indonesia yang suka piknik ke Singapore di
kala weekend. Satu hal yang mencolok dari orang korea terutama ceweknya adalah
kulit wajah mereka. Terlihat lebih glowing dan mengkilat pemirsa, dibanding
orang Jepang dan China. Mungkin efek produk skincare mereka yang top.
Dari jauh terlihat jembatan (Togetsu Bridge)
yang digunakan untuk pergi ke seberang sungai, yaudah ke sana lah kita. Dan
setelah menyeberang ternyata rame banget, banyak warung-warung makan di pinggir
jalan. Setelah berjalan lurus, kemudian belok kiri masuk ke gang, menyusuri jalan
itu dan sampailah kita di bamboo groove, foto-foto dulu. Setelah puas
foto-foto, saatnya wisata kuliner. Waktu itu kita nyobain makan siang halal di salah satu restoran. Keren waktu mau pesen, kita harus
pilih di mesin dulu. Mirip ATM lah, pencet-pencet menunya, trus bayar dan
keluar kertas yang berisi menu yang kita pesan. Menunya kita kasih ke kasir dan
kita tinggal duduk menunggu pesanan datang. Harganya emang agak mahal sih,
makanya gak banyak orang yang makan di sini. Oiya, kita pesen yang menu halal,
karena ternyata di sini menyediakan menu halal.
Arashiyama
Togetsu Bridge
Becak lagi
Bamboo Groove
Puas berkeliling dan makan-makan di Arashiyama, kita
lanjutkan perjalanan ke pusat kota Kyoto. Dari Arashiyama Station lalu menuju
Kyoto Station dilanjutkan ke Kawarmachi Station. Istri berniat membelikan saya baju sebagai hadiah ulang tahun.
Ultah saya tanggal 21 September kemarin.Yaudah langsung cari Uniqlo di daerah Sanjo. Ini kali pertama saya beli baju di toko
seterkenal Uniqlo ini. Biasanya saya Cuma beli baju di abang-abang pinggir
jalan. Wkwkwk. Istri memaksa saya untuk
beli kemeja, karena baju saya kebanyakan Cuma kaos hitam yang bergambar band.
Yaudah demi menyenangkan istri, dan biar penampilan saya agak gantengan dikit
sayapun beli kemeja.
Usai belanja, kita berniat makan ramen di Halal Ramen Naritaya. Kita berjalan lumayan jauh, tapi sepadan
lah dengan pemandangan dan pengalaman yang kita dapat. Kita melewati sungai,
lihat kerlap kerlip kota, dan lihat pengamen jepang yang bener-bener modal. Gak
Cuma asal nyanyi dan bawa kecrekan doang. Kita juga lewat daerah yang
bangunannya ‘Jepang banget’, tapi sepi. Mirip di film-film lah. Kayaknya sih
warung-warung makan, Cuma entah kenapa tutup semua. Ada kolam kecil juga,
jembatan kecil, keren lah pokoknya. Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang
lumayan jauh dan melelahkan kitapun makan di warung halal ramen Naritaya. Tapi
kalau boleh jujur, rasanya gak terlalu lezat dibanding waktu kita makan ramen
di Asakusa.
Daerah Gion, Kyoto
Puas makan, dan karena hari semakin larut, kita putuskan
untuk kembali ke penginapan.
Jalan-Jalan ke Jepang
Jalan-Jalan ke Jepang



Tidak ada komentar:
Posting Komentar