Kenapa bisa sampai ke Jepang ya? Hehehe awal mula sih karena
saya sedang mempersiapkan pernikahan, dan terlintas di benak kenapa gak
sekalian mempersiapkan honeymoon juga. Yaudah langsung deh musyawarah sama
calon istri buat nentuin tujuan honeymoon. Awal-awal bingung mau kemana,
pilihan jatuh ke Maldives alias Maladewa. Tapi setelah menimbang dengan teliti
dan cermat akhirnya pilihan jatuh buat pergi ke Jepang aja. Walaupun alasan
utama masalah budget sih, wkwkw.. Selain itu karena maldives ‘cuma’ menyediakan
pemandangan pantai dan laut, dimana saya dan calon istri sudah cukup biasa
dengan pemandangan tersebut. Saya ada di Papua, dan calon istri ada di
Sulawesi, sudah terbiasa melihat pantai-pantai yang indah di Papua dan Sulawesi
yang gak kalah sama maldives. Sepakat kita akhirnya ke Jepang.
Persiapan awal tentu browsing di internet, apa saja syarat
dan bagaimana menjalani hidup di sana. Btw, kita jalan cuma berdua gak pake
guide, oleh karena itu persiapan harus benar-benar matang. Setelah itu tentu
saja harus bikin visa.
Beberapa saran dan tips yang diperlukan :
-sewa wifi portable
Internet merupakan kebutuhan yang sangat utama, oleh karena
itu saya sarankan teman-teman untuk menyewa portable wifi. Bisa sewa di
Indonesia atau sewa di Jepang. Sebenernya sudah banyak wifi gratis yang
disediakan oleh pemerintah Jepang, seperti di Bandara, stasiun, tempat umum,
dll. Tapi tentu agar lebih aman kita bawa wifi sendiri.
Saya ada pengalaman yang kurang mengenakkan terkait sewa
portable wifi ini. Jadi saya sudah order sewa portable wifi di treepmore. Sudah bayar DPnya juga via transfer. H-1
keberangkatan, kita pergi ambil pocket wifi di kantor treepmore
di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Dan eng ing eng, kantornya gak ada pemirsa, lenyap.
Setelah tanya orang sekitar katanya kantor treepmore sudah pindah dari 1 bulan
yang lalu. Masalahnya kalau pindah kenapa di web sama profil IG masih
mencantumkan alamat kantor yang lama, gak ada alamat barunya. Saya coba telpon
gak bisa, DM IG gak dibales, chat line juga gak dibales. Gila nih. Kayaknya
ketipu kita. Yaudah pasrah aja lah, diurus besok aja kalau udah balik dari
Jepang. Akhirnya kita cari penyewaan
wifi di tempat lain, pilihan jatuh ke wi2fly, dan syukurlah bisa disewa saat
itu juga walaupun harganya lebih mahal dibanding jika sudah pesan jauh-jauh
hari. Kita langsung meluncur menuju ke kantor wi2fly.
-google map (cari transport, subway, kereta, dll)
Aplikasi satu ini sangat-sangat penting, dan berjasa bagi
kelancaran perjalanan saya. Mulai dari cari lokasi hingga menentukan pilihan
dan urutan transport. Memudahkan kita jika bingung harus naik apa, transit
dimana, pindah line apa, jam berapa, dsb. Pokoknya jadwal subway, kereta,
beberapa bus, sudah terkoneksi ke dalam google map.
Bagi teman-teman khususnya yang muslim, yang pengen cari
makanan halal di Jepang bisa pakai aplikasi ini. Aplikasi ini bisa didownload
di playstore. Cara mencarinyapun mudah, sudah dilengkapi dengan map. Dan banyak
juga warung makan Indonesia. Jadi kalau teman-teman kangen dengan makanan
Indonesia, bisa juga pakai aplikasi ini.
-Ambil duit di Sevel (Seven eleven)
Bagi teman-teman yang bingung buat ambil duit dimana,
teman-teman bisa gunakan atm yang ada di Sevel ataupun ATM dengan logo Seven
Bank. Entah kenapa Cuma ATM ini yang bisa saya pakai, yang lainnya gak bisa.
Saya pakai kartu Mandiri dan BRI.
-Ambil city map/tourist map di stasiun2
Jepang merupakan negara yang sangat bersahabat dengan turis,
informasi wisatanyapun lengkap. Jadi teman-teman bisa ambil peta (berbentuk kaya
brosur) yang di sediakan di stasiun-stasiun tempat wisata, travel agent,
information centre, counter ticket, dsb. Dijamin bakal memudahkan teman-teman
dalam berkeliling.
Teman-teman dengan budget minim yang bingung harus nginap
dimana, bisa gunain airbnb. Jadi aribnb ini sistemnya bukan seperti hotel.
Tetapi ada pemilik (host) yang menyewakan tempatnya buat kita tinggali. Bisa
berbentuk rumah, apartemen, kondo, losmen, hostel, dll. Pilihan fasilitasnyapun
macam-macam dengan range harga yang bervariasi. Mau yang private room maupun
yang shared room juga ada. Jadi tinggal pilih aja sesuai kebutuhan.
-Universal adapter
Karena colokan di Jepang berbeda sama di Indonesia, jadi
disarankan untuk bawa barang ini. Carinyapun mudah di toko-toko elektronik.
Kalau kita gak bawa ini bakal bingung buat charge hape, laptop, kamera, dan
peralatan elektronik lainnya.
- cari tau kartu pass yang bermanfaat dan sebaiknya
digunakan
Bepergian di Jepang tidak sekedar bayar tiket kereta lalu
jalan. Tidak. Banyak pilihan paket yang ditawarkan. Banyak kartu pass dengan
berbagai variasi. Kalau kita menggunakan kartu pass yang sesuai, biaya
transport kita bisa lebih murah daripada jika kita beli tiket secara ngeteng.
Jadi sebaiknya teman-teman sesuaikan dengan itinerarinya serta harga pass
tersebut ya...
Berikut beberapa pass yang saya pakai selama di Jepang :
1. Tokyo Metro Subway pass (3 days)
2. Hakone free pass (2 days)
3. Bus day pass Kyoto (1 days)
4. Kansai Thru pass (3 days)
Berikut beberapa pass yang saya pakai selama di Jepang :
1. Tokyo Metro Subway pass (3 days)
2. Hakone free pass (2 days)
3. Bus day pass Kyoto (1 days)
4. Kansai Thru pass (3 days)
Untuk cerita perjalanan di Jepang selengkapnya bisa disimak
di sini :
Mohon maaf kalau ceritanya gak jelas, bahasanya juga
membingungkan, maklum gak bisa merangkai kata dengan baik. Harap maklum juga
kalau banyak nama-nama tempat yang saya lupa, karena nulis ini cuma modal
ingatan. Hehehehe
Budget yang yang harus dikeluarkan tiap orang selama 7 hari di Jepang dan 2 hari transit di Bandara KL sekitar 14 juta. Budget ini membengkak di bagian makan dan jajan, karena kita makannya bener-bener gak terkontrol, pengen nyobain semua.. hahaha. Ni rinciannya, semoga membantu.
Budget yang yang harus dikeluarkan tiap orang selama 7 hari di Jepang dan 2 hari transit di Bandara KL sekitar 14 juta. Budget ini membengkak di bagian makan dan jajan, karena kita makannya bener-bener gak terkontrol, pengen nyobain semua.. hahaha. Ni rinciannya, semoga membantu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar