Hari Keempat (22 September 2017)
Hari terakhir di Tokyo. Seperti biasa, setelah bangun dan
siap-siap kita segera jalan lagi. Dan ternyata, penginapan kita dekat dengan
Nishi-shinjuku Station. Kalau tau gini kemarin-kemarin, dari pada jalan kaki ke
Shinjuku Station mendingan naik subway dari Nishi-shinjuku. Tapi yasudahlah,
yang lalu biarlah berlalu. Dari Nishi-shinjuku ke shinjuku terlebih dahulu baru
setelah itu mengarah ke Shibuya. Sampai di Shibuya Station cuss keluar stasiun
dan langsung menemui patung anjing Hachiko, inilah tujuan pertama kami. Mau
foto bareng patung nih ternyata antri pemirsa. Maklum salah satu ikon shibuya
ya patung hachiko ini. Di depan antrian kami ada beberapa ibu-ibu asal
Indonesia yang rempong dan sosialita gitu dah, foto-fotonya aja lama banget,
padahal banyak yang antri. Tapi kami harus tetap sabar, gak boleh marah apalagi
menggurutu ke sesama warga Indonesia. Hehehe. Setelah foto-foto. Kita merasakan
ikon shibuya lain yaitu persimpangan jalan, atau Shibuya Crossing street.
Sebenernya gak ada yang istimewa, cuma katanya inilah persimpangan jalan paling
ramai di Tokyo. Kita bolak balik
nyebrang jalan Cuma buat merasakan keramaian tersebut. Bener-bener kurang
kerjaan. Hahaha.
Shibuya Crossing Street
Patung Hachiko
Dari Shibuya kita lanjut lagi ke Yoyogi Park. Sebenernya gak
terlalu jauh dari Shibuya, dan kalaupun kuat bisa ditempuh dengan jalan kaki.
Tapi karena kita terlalu males yaudah mending naik subway aja. Dari Shibuya
Station menuju Meiji-jingumae Station kemudian menuju Yoyogi-koen Station. Dari
Stasiun jalan kaki sekitar 500 m dan tibalah di gerbang Yoyogi Park. Masuk ke
taman, ternyata luas banget. Di sini banyak gagak, gan. Ngeri-ngeri sedap, mana
besar-besar lagi gagaknya. Suaranya itu loh berisik banget. Kalau teman-teman
pernah baca komik crows / worst atau mungkin pernah nonton film crows zero,
maka tak heran namanya crows(gagak) karena emang di jepang ini begitu banyak
burung gagak. Di tengah-tengah taman terdapat semacam pond / kolam besar. Di
pinggirnya ada bangku-bangku memanjang. Di sini kita istirahat dulu, makan
roti, foto-foto, dan sambil menikmati pemandangan. Sebelah kita ada bapak-bapak
tua main gitar sendirian. Kayaknya memang tempat ini jadi sarana refreshing dan
menenangkan pikiran.
Yoyogi Park
Puas istirahat kitapun mengelilingi danau dan segera mencari
pintu keluar yang paling dekat dengan Harajuku. Kita keluar bukan melalui pintu
yang sebelumnya kita masuk. Oiya di sini kita nemuin takoyaki yang enak banget
di deket pintu keluar. Mungkin karena ini takoyaki pertama saya jadinya berasa
enak banget. Setelah keluar dari Yoyogi Park kita bergegas menuju kawasan
Harajuku. Dalam perjalanan, melewati Pintu masuk Meiji Jingu Shrine (Giant Torii). Semacam gapura/
gerbang dari kayu.
Giant Torii
Setelah sampai di kawasan Harajuku, kita menuju Takeshita
Street, sebuah gang yang rame penjual di pinggir-pinggirnya. Mulai dari
makanan, pakaian, pernak pernik, macam-macam dah. Di sini kita cuma mampir
makan siang saja di mana ya lupa, Cuma beli kebab nasi. Tiba-tiba langit
mendung kayak mau hujan gitu,, wah gawat nih, mana gak bawa payung lagi. Aturan
liat prakiraan cuaca dulu yak. Karena udah mau hujan kita buru-buru dah
lair-larian ke stasiun, melanjutkan perjalanan sekalian berteduh.
Keramaian Takeshita Street
Dari Harajuku kita lanjut ke korea town karena istri pengen
kesana. Saya baru tau ada korea town di jepang. Yaudah deh searching dulu jalan
ke sana gimana. Pertama-pertama kita balik ke Shinjuku station dulu melalui
harajuku station. Setelah itu ke Shinokubo station. Keluar stasiun trus belok
kanan, udah deh di pinggir jalan banyak toko-toko dan warung makan yang papan
namanya pake huruf hangeul (bener gak ya namanya), huruf korea gitu lah. Dan di
sini banyak banget toko buat perawatan wajah, kosmetik, dll. Seneng banget kayaknya istri di sini, hasrat
belanjanya terpuaskan. Dia beli banyak banget sheet mask, macem-macem jenisnya.
Kata istri emang murah harganya, makanya dia mborong banyak.
Hujan tiba-tiba datang, gak deres sih, tapi tetep aja bikin
basah. Kita yang gak bawa payung akhirnya jalan di pinggir-pinggir banget
supaya gak keujanan karenan ketutupan atap toko. Hari makin sore, kita akhirnya
cari makan. Setelah searching ternyata kita tau di sekitar situ ada warung
makan Indonesia, namanya Bintang Bali, yaudah
tanpa pikir panjang langsung ke sana. Tapi karena bukanya jam 5 sore, dan waktu
itu masih jam 16.30, kita pun jalan-jalan dulu dan nemuin Toko Indonesia. Di
sini jual produk-produk Indonesia, kayak snack, makanan ringan, jajanan ( eh
ini sama semua yak), sama minuman gitu deh. Kitapun beli popmie. Di sekitar
situ juga terdapat kawasan muslim dan ada satu lantai di suatu bangunan yang
dijadikan ‘masjid’. Kitapun sholat di situ dulu. Jam 5 lewat kitapun menuju
warung makan Indonesia Bintang Bali.
Habis makan, kita buru-buru balik ke shinjuku, balik ke
penginapan. Mandi, beres-beres, packing. Karena malam ini kita harus naik bus
untuk ke Kyoto. Setelah selesai beres-beres kita pengen segera pergi, tapi
hujan deres banget, akhirnya ditunda dulu lah. Tapi kog ya gak
berhenti-berhenti hujannya. Kitapun nekat menerobos hujan ke stasiun. Dari
Nishishinjuku station kita ke Shinjuku station. Turun subway, kita harus cari
terminal bisnya, namanya Shinjuku Expressway Bus Terminal 4F. Kita naik bis
namanya willer bus yang sudah kita pesan tiketnya saat masih di Indonesia. Buat beli online tiket willer bus bisa dicek di sini. Sumpah
kita bingung banget dimana terminalnya, Cuma modal google map, dan gak
nemu-nemu. Btw, teman-teman kalau ke shinjuku station harus inget ya
keluar/masuk ke gate bagian mana. Karena kalau salah keluar/masuk gate bakal
bingung, muter-muter dan jauh. Setelah pencarian panjang akhirnya ketemu juga,
pokoknya tuh terminal kita harus keluar stasiuan dulu lewat south exit kalau
gak salah. Terus jalan beberapa ratus meter.
Sampai di terminal, bus kita datangnya masih sekitar 1 jam
lagi. Dan kita gak perlu tukar tiket/beli tiket. Karena saya udah beli via
online dan dapet konfirmasinya via email. Jadi tinggal print atau tunjukkin
emailnya ke sopir bisnya. Jam 22.35 bus datang dan perjalanan ke Kyoto dimulai
dengan menempuh sekitar 8 jam. Busnya bagus pemirsa, lega, kursinya ada penutup
kepalanya, bisa buat tidur dah. Dan saya pun terlelap.
Willer Bus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar